KEGIATAN TERBARU

Berikut adalah berbagai kegiatan kami, salah satunya mungkin cocok buat kamu

Kegiatan Sebelumnya

Building a Resilient Data & AI Foundation in The Cloud
DKI Jakarta Selasa, 21 Apr 2026

Sesi pagi Cloud Computing Indonesia Conference 2026 difokuskan pada pentingnya membangun fondasi data dan kecerdasan artifisial (AI) yang tangguh di lingkungan cloud sebagai prasyarat utama transformasi digital nasional. Di tengah meningkatnya ketergantungan pada data dan AI dalam pengambilan keputusan strategis, pemerintah dan industri jasa keuangan dituntut untuk memiliki arsitektur data modern yang andal, aman, dan berkesinambungan.

Melalui perspektif kebijakan dan praktik, sesi ini membahas bagaimana cloud computing berperan sebagai enabler utama dalam pengelolaan data modern, mulai dari tata kelola data, interoperabilitas, hingga kesiapan infrastruktur untuk pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Pembahasan menekankan pentingnya ketahanan sistem (resilience), keamanan informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi sebagai fondasi kepercayaan publik dan stabilitas industri keuangan.

Para pemimpin dan praktisi dari sektor pemerintah, industri, dan komunitas data akan berbagi pandangan strategis mengenai arah kebijakan nasional, tantangan implementasi, serta pembelajaran dari inisiatif data dan AI di lingkungan pemerintahan dan layanan keuangan. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang seimbang antara aspek regulasi, tata kelola, dan imperatif bisnis dalam adopsi cloud dan AI.

Sesi ini ditujukan bagi pimpinan instansi, regulator, eksekutif industri finansial, serta pemangku kepentingan transformasi digital yang ingin memperoleh gambaran komprehensif mengenai bagaimana membangun fondasi data dan AI yang resilien, terpercaya, dan siap mendukung agenda digital Indonesia.

Online Jumat, 31 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Online Kamis, 30 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Online Kamis, 30 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Online Jumat, 24 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Seminar Membangun Ekosistem Kesehatan Digital yang Aman dan Inovatif
DKI Jakarta Kamis, 23 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.

Seminar Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan
DKI Jakarta Kamis, 23 Jan 2025
Sertifikat

Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan. Teknologi telah memungkinkan pengelolaan data kesehatan secara elektronik melalui implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, tetapi juga memungkinkan integrasi data pasien untuk mendukung diagnosis yang lebih akurat dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Namun, digitalisasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal perlindungan data pribadi yang sensitif, seperti data kesehatan.

Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan prioritas nasional yang telah diamanatkan oleh Kementerian Kesehatan. Implementasi RME menjadi salah satu program besar yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh. Namun, pelaksanaan program ini memerlukan perhatian serius terhadap aspek keamanan data. Data pasien yang terekam secara elektronik harus dilindungi dari potensi kebocoran atau penyalahgunaan, sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku sektor kesehatan, mengingat data kesehatan dikategorikan sebagai data pribadi yang sensitif.

Di sisi lain, ancaman siber yang terus meningkat menjadi perhatian utama. Menurut laporan global, sektor kesehatan menjadi salah satu target utama serangan siber, termasuk ransomware yang dapat mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan kemampuan respons yang tangguh melalui pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (CSIRT), sebagaimana diatur dalam Peraturan BSSN No. 10 Tahun 2020. CSIRT di sektor kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan keamanan sistem informasi yang digunakan untuk pengelolaan data kesehatan.

Selain permasalahan keamanan, implementasi transformasi digital di sektor kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan tenaga medis. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa solusi yang diadopsi tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga dapat diterima secara sosial dan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

CyberHub Fest 2025 hadir sebagai upaya kolaboratif untuk menjawab tantangan tersebut. Dengan tema "Inovasi Digital dan Ketahanan Siber: Pilar Masa Depan Layanan Kesehatan", kegiatan ini dirancang untuk menjadi platform diskusi, berbagi pengalaman, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Fokus utama kegiatan ini adalah mendukung transformasi digital sektor kesehatan yang aman, terintegrasi, dan sesuai regulasi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber.